Latest Post :
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan

Mengenal Pecahan dan Penjumlahan Pecahan Menggunakan Kertas Lipat

Kamis, 13 November 2014 | 0 komentar



Berikut ini adalah langkah-langkah yang kami lakukan dalam melaksanakan metode ini:
1.      Saya berikan setiap murid selembar kertas, kertas berwarna polos akan lebih baik. Kertas yang digunakan bebas (bisa juga kertas dari kardus atau buku tulis), namun saya menggunakan kertas lipat (kertas marmer). Tujuannya adalah supaya lebih menarik karena berwarna-warni. Selain itu, warna yang berbeda akan lebih mudah digunakan untuk membandingkan antara satu bilangan pecahan dengan bilangan pecahan yang lain.
2.      Murid diminta membagi kertas tersebut menjadi dua bagian sama besar (1/2).
3.      Murid diminta untuk mengambil salah satu bagian tersebut dan dibagi dua sama besar lagi (1/4).
4.      Sekali lagi, murid diminta untuk mengambil salah satu potongan ¼ dan  dibagi dua sama besar (1/8).
5.      Dan lagi, murid diminta untuk mengambil salah satu potongan 1/8 dan dibagi dua sama besar (1/16).
Continue Reading

Bermain dan Belajar itulah Kami. (gaya gesek)

Kamis, 02 Oktober 2014 | 0 komentar

Hari ini tema kelas IV adalah masih tentang Selalu Berhemat Energi. Kesempatan kali ini kamu belajar tentang gaya gesek yang ada di sekitar kehidupan kita sehari-hari. Untuk memahami gaya gesek dengan mudah dan gamblang kami lakukan permainan kelereng. Permainan ini kami lakukan di dua tempat berbeda yaitu di tanah berpasir dan di lantai. Setelah kurang lebih 30 menit bermain kami bisa merasakan perbedaannya. Ketika kami main di tanah berpasir gerak kelereng kami sangat sulit dan tidak bergerak jauh. Ketika kami main di lantai gerak kelereng sangat mudah dan sangat jauh walaupun kami "nyentil"nya pelan.
Pak Yanto, guru tercinta kami bilang jika itu semua disebabkan oleh gaya gesek yang berbeda di tanah berpasir dan lantai. Pak Yanto bilang "Kalau kalian main di tanah berpasir kelereng kalian tidak bergerak jauh karena gaya geseknya sangat besar sehingga kelereng sulit bergerak dan tidak jauh 'menggelinding'nya
Kemudian kalau kalian main di lantai gerak kelereng akan mudah dan cepat karena gaya gesek kelereng dengan lantai lebih kecil dibanding gaya gesek kelereng dengan tanah berpasir."
Bermain Kelereng di tanah berpasir

Bermain kelereng di tanah berpasir 2

Bermain kelereng di lantai
Kemudian untuk menambah pemahaman kami Pak Yanto meminta kami menjawab soal.
1. Gaya apa yang terlibat saat kalian bermain kelereng tadi?
2. Bagaimana pergerakan kelereng saat kalian bermain di tanah berpasir?
3. Bagaimana pergerakan kelereng saat kalian bermain di lantai?
4. Sebutkan 5 kegiatan sehari-hari yang melibatkan gaya gesek!

Jawab
1. Gaya dorong (saat kami "mengentel" kelereng)
    Gaya gesek (saat kelereng menggelinding)
    Gaya tarik (saat kelereng mantul di lantai -ditarik gravitasi-)
2. Sulit bergerak. Karena banyak tanah dan pasir yang menghalangi.
3. Sangat mudah dan cepat. Karena lantai licin
4. a. Mencuci wajan (gesekan antara wajan dengan kosok wajan)
    b. Menggoreng (gesekan antara wajan dengan solet)
    c. Mencuci baju (gesekan antara baju dengan sikat)
    d. Gosok gigi (gesekan antara gigi dengan sikat gigi)
    e. Menyetrika (gesekan setrika dengan baju)
    f. Berjalan (gesekan antara sandal/sepatu dengan lantai)
    g. Ban berputar (gesekan antara ban dengan aspal)
Maksud Pak Guru ternyata adalah agar kami bisa membuat laporan menggunakan kata baku dari kegiatan yang sudah kami lakukan (BAHASA INDONESIA)

Pak Guru kami sangat kreatif. Setelah kami paham dengan konsep tersebut kami di minta untuk membuat mobil-mobilan untuk membuktikan gesekan ban dengan jalan. Ternyata di sini kami belajar juga dengan KETERAMPILAN. Kami sangat senang sekali dengan belajar hari ini. Besok-besok lagi ya Pak Yanto.





Continue Reading

Storytelling 4

Sabtu, 01 Maret 2014 | 0 komentar

Pinocchio And the wicked witch


Narrative text terbedaIn a large pine forest in the country Italy , lonely . He always dreamed about having a child . Every day , he went to cut wood for the city people . One day , an idea illuminated his mind , the idea of crafting a puppet , that he would give the name of Pinocchio . He made the doll and at night , the puppet come to life ! One year of happiness and thriller passed , on Sunday morning , Gepetto told Pinocchio : it's my birthday soon , my little boy ! I hope you do not forget it ! Euuh , sure , I'm not ! Pinocchio felt awkward .

 He did not think about it . Gepettos birthday comes just three days ahead, and he had not prepared a gift . After a long night of reflecting , Pinocchio finally decided to offer a homemade chocolate cake to her as a gift . When the sun rose, Pinocchio was ready to go outside find the ingredients . The main problem was not even known he was in and the recipe .

 So after school , he decided to go ask someone for the ingredients to bake a cake . During his walk , Pinocchio , the wooden puppet , met shamans city . Hey , little boy , do you need help for your chocolate cake ? Hum You can help me ? , Tanya Pinocchio . Sure , I could . Follow me ! After walking a few minutes so , Pinocchio saw big , big , big huge candy house . They entered together and Pinocchio was caught by a large enclosure . Mouahahaha ! I was finally able to catch you ! you be mine , you will work for me ! , Said the evil witch .

  Pinocchio was terrified . When the guards came and took him out of the cage , he immediately ran very fast and he managed to escape . At the same time, the evil wizard , summoned all his troops with him , ran after him and he pulled out his wand . Evil devil changed the little wooden puppet into a chocolate cake ! When he returned home , he told the whole story to his father and they went to find a fairy god . After a long journey , they finally found the fairy god and they had a magic potion for Pinocchio , Pinocchio to treat the poor .
Continue Reading

Storytelling 3

| 0 komentar

The Lion and The Mouse


One day a Lion slept in the jungle. A tiny mouse ran over the Lion’s head and down his nose. The Lion awoke with a loud roar. He was very angry. His paw caught the little mouse.
The Lion opened his huge jaws to swallow the mouse “Pardon me. O King, I beg of you. “Cried the frightened mouse.
“If you forgive me this time, i will never forget your kindness. I meant no harm and I certainly didn’t want to disturb your majesty. If you let me stay a live, I can do you a good turn, too”.
The Lion began to laugh. He laughed and laughed. “How could a tiny creature like you ever do anything to help me ? “And he shook with laughter. “Oh well, “he shrugged, looking down at the frightened mouse,” you’re not so much of a meal anyway.
Then, he released his paw from the mouse and the mouse quickly ran away.
Some time after this, some hunters, tried to capture the Lion alive. They set up rope nets in the jungle. The Lion fell in to the trap. He roared and thras hed.
His thunderous bellows sent through the jungle.
The tiny mouse heard the Lion’s roars.
“That may be the Lion who once freed me” he said remembering his promise. And he ran to see whether he could help.
Discovering the sad Lion, the mouse said to him “Stop, stop ! you must not roar. If you make so much noise, the hunters will come and capture you. I’ll get you out of this trap”
With his shalp little teeth, the mouse gnawed at the ropes until they broke. The Lion stepped out of the het and was free. The mouse said. Now, wa i not right ?”
“Thank you, good mouse,” Said Lion gently. “You did help me. I see now that kindness is always worth while,’.
Continue Reading

Storytelling 2

| 0 komentar

“Rapunzel”
By Jacob and Wilhelm Grimm

There was once a man and a woman who had long in vain wished for a child. At length the woman hoped that God was about to grant her desire. These people had a little window at the back of their house from which a splendid garden could be seen, which was full of the most beautiful flowers and herbs. It was, however, surrounded by a high wall, and no one dared to go into it because it belonged to an enchantress, who had great power and was dreaded by all the world. One day the woman was standing by this window and looking down into the garden, when she saw a bed which was planted with the most beautiful rampion (rapunzel), and it looked so fresh and green that she longed for it, and had the greatest desire to eat some. This desire increased every day, and as she knew that she could not get any of it, she quite pined away, and looked pale and miserable. Then her husband was alarmed, and asked, "What aileth thee, dear wife?" "Ah," she replied, "if I can't get some of the rampion, which is in the garden behind our house, to eat, I shall die." The man, who loved her, thought, "Sooner than let thy wife die, bring her some of the rampion thyself, let it cost thee what it will." In the twilight of evening, he clambered down over the wall into the garden of the enchantress, hastily clutched a handful of rampion, and took it to his wife. She at once made herself a salad of it, and ate it with much relish. She, however, liked it so much—so very much—that the next day she longed for it three times as much as before. If he was to have any rest, her husband must once more descend into the garden. In the gloom of evening, therefore, he let himself down again; but when he had clambered down the wall he was terribly afraid, for he saw the enchantress standing before him. "How canst thou dare," said she with angry look, "to descend into my garden and steal my rampion like a thief? Thou shalt suffer for it!" "Ah," answered he, "let mercy take the place of justice, I only made up my mind to do it out of necessity. My wife saw your rampion from the window, and felt such a longing for it that she would have died if she had not got some to eat." Then the enchantress allowed her anger to be softened, and said to him, "If the case be as thou sayest, I will allow thee to take away with thee as much rampion as thou wilt, only I make one condition, thou must give me the child which thy wife will bring into the world; it shall be well treated, and I will care for it like a mother." The man in his terror consented to everything, and when the woman was brought to bed, the enchantress appeared at once, gave the child the name of Rapunzel, and took it away with her.
Rapunzel grew into the most beautiful child beneath the sun. When she was twelve years old, the enchantress shut her into a tower, which lay in a forest, and had neither stairs nor door, but quite at the top was a little window. When the enchantress wanted to go in, she placed herself beneath this and cried, 
"Rapunzel, Rapunzel, Let down thy hair to me."
Rapunzel had magnificent long hair, fine as spun gold, and when she heard the voice of the enchantress she unfastened her braided tresses, wound them round one of the hooks of the window above, and then the hair fell twenty ells down, and the enchantress climbed up by it.
After a year or two, it came to pass that the King's son rode through the forest and went by the tower. Then he heard a song, which was so charming that he stood still and listened. This was Rapunzel, who in her solitude passed her time in letting her sweet voice resound. The King's son wanted to climb up to her, and looked for the door of the tower, but none was to be found. He rode home, but the singing had so deeply touched his heart, that every day he went out into the forest and listened to it. Once when he was thus standing behind a tree, he saw that an enchantress came there, and he heard how she cried, 
"Rapunzel, Rapunzel, Let down thy hair."
Then Rapunzel let down the braids of her hair, and the enchantress climbed up to her. "If that is the ladder by which one mounts, I will for once try my fortune," said he, and the next day when it began to grow dark, he went to the tower and cried,
"Rapunzel, Rapunzel, Let down thy hair."
Immediately the hair fell down and the King's son climbed up. At first Rapunzel was terribly frightened when a man such as her eyes had never yet beheld, came to her; but the King's son began to talk to her quite like a friend, and told her that his heart had been so stirred that it had let him have no rest, and he had been forced to see her. Then Rapunzel lost her fear, and when he asked her if she would take him for her husband, and she saw that he was young and handsome, she thought, "He will love me more than old Dame Gothel does;" and she said yes, and laid her hand in his. She said, "I will willingly go away with thee, but I do not know how to get down. Bring with thee a skein of silk every time that thou comest, and I will weave a ladder with it, and when that is ready I will descend, and thou wilt take me on thy horse." They agreed that until that time he should come to her every evening, for the old woman came by day. The enchantress remarked nothing of this, until once Rapunzel said to her, "Tell me, Dame Gothel, how it happens that you are so much heavier for me to draw up than the young King's son—he is with me in a moment." "Ah! thou wicked child," cried the enchantress, "What do I hear thee say! I thought I had separated thee from all the world, and yet thou hast deceived me!" In her anger she clutched Rapunzel's beautiful tresses, wrapped them twice round her left hand, seized a pair of scissors with the right, and snip, snap, they were cut off, and the lovely braids lay on the ground. And she was so pitiless that she took poor Rapunzel into a desert where she had to live in great grief and misery.
On the same day, however, that she cast out Rapunzel, the enchantress in the evening fastened the braids of hair which she had cut off to the hook of the window, and when the King's son came and cried, 
"Rapunzel, Rapunzel, Let down thy hair."
she let the hair down. The King's son ascended, but he did not find his dearest Rapunzel above, but the enchantress, who gazed at him with wicked and venomous looks. "Aha!" she cried mockingly, "Thou wouldst fetch thy dearest, but the beautiful bird sits no longer singing in the nest; the cat has got it, and will scratch out thy eyes as well. Rapunzel is lost to thee; thou wilt never see her more." The King's son was beside himself with pain, and in his despair he leapt down from the tower. He escaped with his life, but the thorns into which he fell pierced his eyes. Then he wandered quite blind about the forest, ate nothing but roots and berries, and did nothing but lament and weep over the loss of his dearest wife. Thus he roamed about in misery for some years, and at length came to the desert where Rapunzel, with the twins to which she had given birth, a boy and a girl, lived in wretchedness. He heard a voice, and it seemed so familiar to him that he went towards it, and when he approached, Rapunzel knew him and fell on his neck and wept. Two of her tears wetted his eyes and they grew clear again, and he could see with them as before. He led her to his kingdom where he was joyfully received, and they lived for a long time afterwards, happy and contented.
Continue Reading

Storytelling 1

| 0 komentar


The Lonely Landy

One day, there was a porcupine named Landy. He was lonely. No one wanted to play with him, because they were afraid of his spike.
“Dear Landy. We don’t want to play with you because your spikes are too sharp. We don’t want you to hurts us,” said Cici the rabbit one day.
“Cici is right, Landy. It is not because you’re bad or rude to us, no, Landy. Just because of your spikes. They will stab us if we close to you,” said Tito the rooster.
Landy felt lonely. Landy spent most of the time day dreaming at the river bank, “I would be happy if there were no spikes on my body.”
Suddenly, Kuku the turtle appeared from the river. He came to Landy and said, “Landy, what are you thinking of ?”
“Oh, nothing,” Landy replied.
“Don’t lie to me, Landy! Who knows I can help you,” said Kuku wisely. Then he sat beside Landy. He wasn’t afraid of Landy’s spikes.
Shortly, Landy told his problem. Kuku nodded his head. He said, “Poor you. But it isn’t your fault. I know, your spikes are very useful and helpful for you. They will realize it someday. Trust me!”
“Thanks, Kuku. You are my best friend.”
One day, Koko the frog held his birthday party. He invited all his friends, including Landy. But he decided not to come. He didn’t want to mess up the party.
“I’ll come with you Landy. I’ll tell everyone that you’re harmless,” said Kuku. Finally Landy attended the party. Everyone enjoyed it.
Suddenly Tito screamed, “Help….help.…! The evil wolf is coming. Save yourself!” Then, everyone saved their lives, except Kuku and landy. Kuku pulled his head and his leg into his shell. And Landy rolled his body into a ball.
Unintentionally, the evil wolf touched Landy. Of course, the spike pricked him. He screamed, “Ouch!” Since his foot was bleeding, he didn’t chase Landy’s friends any longer. Then, he ran away.
“Horray….horray….! Long live Landy! He saved our lives,” said Cici and her friends. They thanked him from then on. Landy wasn’t lonely anymore.

Moral  value  :
We should not underestimate someone’s bad physical appearance.
Continue Reading

Pembelajaran Kontekstual

Rabu, 12 Februari 2014 | 0 komentar

Hari ini 12/2/2014 di jam pertama disambut suka cita oleh anak-anak ku di kelas III. Setiap hari Rabu mereka dengan setia menunggu. Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) itulah mata pelajaran yang aku ajarkan pada mereka. Ku buka buku paket tertera materi gambar ilustrasi kenampakan alam.
Pembelajaran ku awalai dengan tanya jawab pada mereka. "Apa aja yang kalian lihat jika kalian pergi ke kebun?" tanyaku pada anak-anak. "Pohon Pak Guru.." jawab salah satu siswa. "Pohon apa saja?" lanjutku. Mereka salaing bersahutan menjawab "Mahoni....." "Sengon...." "Rambutan....." Hingga akhirnya aku bilang pada mereka. "Hari ini kita akan menggambar kenampakan alam yaitu tentang sawah dan kebun yang pernah kalian lihat." Kemudian ada yang usul, "Pak, gambare jane di luar aja ok Pak. Kan asyik bisa melihat langsung." "Trus kalau di luar duduknya di mana?" tanyaku. "Ya di atas batu belakang itu to, Pak."
Kami setuju. Kebetulan belakang sekolah kami memang ada sawah dan kebun, akhirnya kami bersama-sama pergi ke belakang sekolah untuk menggambar apa saja yang kami lihat di sana.







Ketika ku upload foto-foto ini ke Facebook : https://www.facebook.com/pangeran.y.putra 
Alhamdulillah banyakan komentar positif dari Pak Agus Mujiono salah satu Widya Iswara di BDK Jawa Tengah.
Continue Reading

Memanfaatkan Barang Bekas Untuk Belajar

Selasa, 11 Februari 2014 | 0 komentar

Kelas VI tengah asyik membuat boneka dari botol air mineral bekas. Mulai dari botol Aqua, Floridina, Good Day, dsb (tidak bermaksud menyebut merk, hehehe). Itu semua adalah rangkaian dari pembelajaran SBK. Materinya adalah membuat boneka dari botol air minerla bekas. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan bahan-bahan yang akan digunakan yaitu botol air mineral bekas, kerikil untuk isi, kertas koran, lem kertas, gunting, cat air/cat minyak/atau pewarna lainnya. 
  2. Isi botol dengan kerikil hingga ¾ nya. 
  3. Gunting kertas koran dengan bentuk panjang. 
  4. Lilitkan potongan kertas koran hingga menutupi seluruh badan botol (bisa lebih dari satu lapis) 5. Buat kepala dan tangan boneka. 
  5. Setelah boneka kering bisa diwarnai dengan cat air/cat minyak/ pewarna lainnya.
  6. Selamat mecoba.








Continue Reading

Gaya Gravitasi, Gaya Gesek, dan Gaya magnet

Senin, 03 Februari 2014 | 0 komentar



Gaya
Pengertian Gaya
      Dalam kehidupan sehari-hari secara tidak sadar kita mendapati kegiatan yang berhubungan dengan gaya. Pada saat kita membuka atau menutup pintu kita telah melakukan gaya yang berupa dorongan dan tarikan. Selain itu, pada saat kamu bermain kelereng kamu tentu dapat menggerakkan kelereng dengan menggunakan salah satu jari tanganmu.
Continue Reading

Gaya dan Gerak

Rabu, 29 Januari 2014 | 0 komentar

Pengertian Gaya

Dalam kehidupan sehari-hari secara tidak sadar melakukan kegiatan yang berhubungan dengan gaya. Pada saat kita membuka atau menutup pintu kita telah melakukan gaya yang berupa dorongan dan tarikan.Gerakan mendorong atau menarik yang menyebabkan benda bergerak disebut gaya. Gaya yang dikerjakan pada suatu benda akan mempengaruhi benda tersebut. Gaya terhadap suatu benda dapat mengakibatkan bendayang semula diam menjadi bergerak, menyebabkan benda yang semula bergerak menjadi berhenti atau berubah arah, atau merubah bentuk benda.

Sebagai contoh, pada saat kamu menendang bola maka bola akan bergerak dan berubah arahnya.  Sedangkan contoh perubahan bentuk benda karena pengaruh gaya adalah ketika kamu bermain dengan plastisin. Kamu dapat membuat berbagai macam bentuk. Gaya tangan menyebabkan bentuk plastisin berubah sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
Besar kecilnya gaya dapat diukur menggunakan alat yang bernama neraca pegas atau dinamometer. Sedangkan satuan gaya dinyatakan dalam satuan Newton yang biasa ditulis dengan huruf N. Kata Newton diambil dari nama Sir Isaac Newton, seorang ahli matematika dan ilmuwan besar. Besarnya gaya yang diperlukan untuk menarik benda akan ditunjukkan oleh jarum pada skala dinamometer.
Disamping kanan adalah gambar dinamometer.
Jenis Gaya
Aktifitas sehari-hari kita memang sering melibatkan gaya. Gaya yang dihasilkan kerja otot manusia, seperti tarikan dan dorongan yang kita lakukan saat membuka dan menutup pintu disebut gaya otot. Tetapi sebenarnya tidak hanya otot manusia yang dapat menghasilkan gaya, berikut ini adalah jenis-jenis gaya:
a. Gaya magnet:
Gaya magnet adalah gaya yang dihasilkan oleh magnet. Magnet alam adalah sejenis logam yang pertama kali ditemukan di kota magnesia. Magnet memiliki kekuatan yang menarik jarum, paku, atau benda lainnya terbuat dari besi atau baja. Kekuatan ini disebut gaya magnet.
Bentuk Magnet
b. Gaya listrik statis:
Gaya listrik statis adalah kekuatan yang dimiliki benda yang bermuatan listrik untuk menarik benda-benda disekitarnya. Kita dapat melakukan percobaan untuk membuktikan adanya gaya listrik statis. Coba kalian gosok-gosokkan penggaris plastik pada rambut kalian. Siapkan juga kertas yang disobek-sobek halus. Setelah digosokkan berulang kali pada rambut , dekatkan penggaris pada potongan-potongan kertas. KAlian akan melihat potongan tertas tertarik ke arah penggaris. Penggaris bisa menarik potongan kertas dengan gaya listrik statis.
c. Gaya otot :
Kekuatan yang dihasilkan oleh otot manusia disebut gaya otot . Gaya ini sering dilakukan pada saat kita mengangkat beban atau sedang senam di sekolah. Apabila kita sering melakukan olahraga maka otomu akan bertambah besar dan kuat.
d. Gaya gravitasi bumi :
Gaya grafitasi adalah kekuatan bumi untuk menarik benda lain ke bawah. Bila kita melempar benda ke atas, baik dari kertas, pensil atau benda lain maka semua benda itu akan jatuh ke bawah. Berbeda bila di luar angkasa para astronot tidak merasakan gaya gravitasi, akibatnya mereka akan melayang-layang bila berada di luar angkasa.
e. Gaya Pegas :
Kekuatan yang ditimbulkan oleh karet atau pegas yang diregangkan. Misalnya saat kamu bermain panahan, karet mampu mendorong anak panah terlontar  dengan cepat dan jauh.
f. Gaya Gesekan:
Bila kedua benda saling bergesekkan, maka antara keduanya akan muncul gaya gesek. Gaya gesek bisa menguntungkan dan merugikan. Bila kita berjalan di jalan yang kering, antara sepatu dan jalan akan muncul gaya gesek. Gaya gesek ini membantu kita untuk bisa berjalan. Bayangkan bila jalanan licin, maka gaya geseknya akan kecil dan kita akan kesulitan untuk berjalan.
Definisi Gerak
Cobalah kita berlari. Pada saat berlari maka terjadi perpindahan, dimana kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Jadi yang dimaksud dengan gerak adalah perpindahan posisi benda dari tempat asalnya karena adanya gaya.
4. Contoh Gerak
Gaya dapat mempengaruhi gerak sebuah benda. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kegiatan seperti:
a. Gerak karena gaya otot:
  • pada saat mengayuh sepeda,
  • saat berolaraga,
  • saat bermain tarik tambang, atau
  • mendorong lemari menggunakan kekuatan dua tangan dll.   

b. Gerak karena gaya pegas :
  • Pada saat kamu bermain ketapel, atau
  • Bermain panahan, kita memanfaatkan karet yang diregangkan untuk memudahkan anak panah terlontar jauh dan cepat.
c. Gerak karena gaya mesin:
Gaya mesin, yang dimanfaatkan untuk melakukan pekerjaan berat seperti:
  • mobil pengeruk,
  • buldoser, dan
  • berbagai mesin yang digunakan dalam bidang industri.
 
Referensi:
  • http://idkf.bogor.net
  • Senang belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4: untuk Kelas V  Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/oleh S Rositawaty dan Aris Muharam. – Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
  • Ilmu pengetahuan alam 5: untuk sd dan kelas V/ Heri Sulistyanto, Edi Wiyono; Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
  • IPA Salingtemas untuk kelas V SD/MI Choiril Azmiyawati, Wigati Hadi Omegawati, dan Rohana Kusumawati— Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. 
  • Sumber : klik disini
Continue Reading

Kurikulum MI Tarbiyatul Ulum

Rabu, 01 Januari 2014 | 0 komentar

Struktur Dan Muatan Kurikulum

A.     Struktur Kurikulum
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional  Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa struktur dan muatan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi komponen mata pelajaran, komponen muatan lokal dan komponen pengembangan diri sebagai berikut:
Continue Reading

KISMA 2013

Jumat, 25 Oktober 2013 | 0 komentar

DAUN RESEDE (GLIRICIDIA SEPIUM) PENGGANTI BAHAN KIMIA CAIR/KARBIT UNTUK MEMASAKKAN PISANG


Karya Tulis Ilmiah Remaja diajukan guna mengikuti kegiatan Karya Ilmiah Siswa Ma’arif (KISMA) Kabupaten Semarang Tahun 2013









Ditulis oleh:
1.      Hapsi Nuh Safrudin
2.      Roy Wahyu Dwi Saputro
3.      Wahib Affandi
4.      Wahyu Amana Roby





MI TARBIYATUL ULUM, JEMBRAK, KECAMATAN PABELAN, KABUPATEN SEMARANG
TAHUN 2013

Continue Reading

Humor 2

Senin, 18 Maret 2013 | 0 komentar

Kang awam :
kang, katanya amaliyah dan ubudiyah kita banyak yang dianggap bid’ah. Sakjane piye tho Kang?

Kang Santri :
mereka yang ngomong begitu itu gak ngerti makna bid’ah dan gak sadar mereka juga banyak ngelakoni bid’ah.

Kang Awam :
mangsude gimana kang?

Kang Santri :
saya pernah ngikuti sholat jum’at di sebuah kantoe milik BUMN. Khotibnya membacakan hadist nabi tentang bid’ah yang dilarang karena sesat dan setiap yang sesat itu masuk neraka. Selesai sholat saya tanya : ‘ustadz, apakah sholat jum’at di kantor itu bid’ah apa tidak? Dia tidak menjawab.

Kang Awam :
iya ya kang, apalagi kalau pas hari jum’at tanggal merah dan kantor libur biasanya jum’atannya juga ikut libur. Wah itu bid’ah-e nemen banget daripada salaman setelah sholat berjamah.

Kang Santri :
lha iya itu, makanya bagi kita, bid’ah itu ada dua macam : sayyiah (jelek) dan hasanah (baik). Meski tidak pernah dipraktekan di jaman Nabi akan tetapi tidak pernah secara eksplisit dilarang ya ndak apa-apa.

Kang Awam :
berarti pemahaman mereka tentang bid’ah yang ndak bener ya kang?

Kang santri :
seperti halnya pemhaman tentang hadist nabi yang artinya, “tidak beriman seseorang diantara kamu sehingga dia mencintai untuk saudaranya seperti dia mencintai untuk dirinya sendiri”. Kalo hadist ini diterjemahkan seperti itu maka di dunia ini tidak akan ada yang beriman, man ada orang bisa mencintai seperti itu. Kita mengartikan dengan “tidak sempurna iman seseorang dst....”
Kang Awam :
wah makasih kang.



Sumber : Majalah NUEdisi 02/APRIL/2011 Hlm  4
Continue Reading

Humor

| 0 komentar

Kang Santri :
“ Kang, sudah pernah denger belum, kalo orang meninggal kemudian diabacakan talqin pada saat pemakaman, insya Allah orang tersebut selamet terbebas dari alam kubur”

Kang Awam :
“ Belum kang, bagaimana ceritanya?”

Kang Santri :
“Begini, talqin itu kan berisi bacaan yang isinya adalah pertanyaan dan jawaban yang akan dialami oleh orang yang baru saja dimakamkan. Nah pembaca talqin tersebut memberi tahu bahwa sebentar lagi akan datang dua malaikat Allah; Munkar dan Nakir yang akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka jangan takut dan khawatir karena kedua malaikat itu juga makhluk Allah dan jawablah dengan mantap, jika malaikat menayakan siapa Tuhanmu jawablah Allah adalah Tuhanku dan seterusnya,..”

Kang Awam :
“ Lha kalo itu aku sudah tahu kang.”

Kang Santri :
“ dengarkan dulu, setelah pembacaan selesai dan para peziarah (muta’azziyin) meninggalkan pemakaman, kedua malaikat bersiap menayai orang tersebut. Tiba-tiba salah satu malaikat berkata kepada yang lain :’lho kang malaikat, ini tadi baru saja pertanyaan kita dibocorkan plus jawabannya, lah ya percuma saja kita tanya lha wong baru saja diberi bocoran soal dan jawaban, wis, nggak usah kita tanya, kita cari saja yang nggak ditalqini”

Kang Awam :
“Oh gitu tho kang, bejane kita ya kang kalo nanti meninggal. Tapi omong-omong katanya talqin itu bid’ah, apa ada dasar hukumnya Kang?”

Kang Santri :
wah sampean itu kurang ngaji kayak mereka saja, iya jelas ada. Dalam sebuah riwayat dijelaskan ketika kanjenng nabi ditinggal putra terkasihnya bernama Sayyid Abdullah, di atas makam putranya itu kanjeng Nabi antara lain membimbing dengan bacaan antara lain : ‘kalau nanti engkau ditanya siapa nabimu maka jawablah wa Muhammad aby’.”

Kang Awam :
“ Wah, aku tak cerita sama temen-temen tentang ini Kang.”



Continue Reading

UTS II Bahasa Inggris 2012/2013

Senin, 11 Maret 2013 | 0 komentar

Bahasa Inggris merupakan salah satu muatan lokal yang diajarkan di Madrasah Ibtidaiyah. Walaupun termasuk muatan lokal, bahasa Inggris termasuk bahasa yang sulit bagi hampir semua siswa. Bahasa Inggris dijarakan di MI tujuanya adalah untuk memberi bekal siswa ketika masuk di sekolah lanjutan. selain itu bahasa Inggris juga perlu diajarkan karena dalam soal Olimpiade Sains ada beberapa soalnya yang menggunakan pertanyaan dalam bentuk bahasa Inggris. Jika siswa tidak dibekali dengan Bahasa Inggris mustahil siswa akan bisa mengerjakan soal olimpiade tersebut. Jangankan yang belum diajarkan kadang siswa yang sudah diajarkan saja masih mengalami kesulitan. Sebagai bahan latihan bahasa Inggris berikut kami unggah soal UTS II Bahasa Inggris untuk MI.


  1. Bahasa Inggris Kelas I  (download)
  2. Bahasa Inggris Kelas II (download)
  3. Bahasa Inggris Kelas III (download)
  4. Bahasa Inggris Kelas IV (download)
  5. Bahasa Inggris Kelas V (download)
  6. Bahasa Inggris Kelas VI (download)


Continue Reading

Kesederhanaan Rasulullah SAW

Sabtu, 16 Februari 2013 | 0 komentar



Suatu hari ‘Umar bin Khaththab r.a. menemui Rasulullah SAW di kamar beliau, lalu ‘Umar mendapati beliau tengah berbaring di atas sebuah tikar usang yang pinggirnya telah lapuk. Jejak tikar itu membekas di belikat beliau, sebuah bantal yang keras membekas di bawah kepala beliau, dan jalur kulit samakan membekas di kepala beliau.
Continue Reading
 
Support : Original Template | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. MI TARBIYATUL ULUM MENCETAK GENERASI SUKSES
Modifikasi Tampilan Oleh Pangeran Yayan Putra
Proudly powered by Kang Blogger